Press "Enter" to skip to content

Kenapa Kekayaan Intelektual Wajib Dilindungi Oleh Negara

Seorang pencipta karya pastinya perlu dihargai bukan? Bila tidak dihargai maka pencipta karya ini bakal tidak mau untuk berkarya lagi sebab merasa tidak secure atas pencurian kekayaan intelektualnya. Untuk itu, Indonesia membangun satu lembaga yang dinamakan dengan HKI alias kepanjangan dari Hak Kekayaan Intelektual yang berfungsi untuk melindungi karya anak bangsa supaya nantinya tidak dicomot ataupun malah diambil oleh orang lain.

Apakah rela jika karya Kamu diakui oleh orang lain? Pastinya tidak, kan? Untuk itu, pastikan harus mendaftar merk yang sudah dibuat sebelum kemudian dipasarkan.Untuk lebih detilnya seputar kenapa kekayaan intelektual musti dilindungi negara, simak dengan cermat penjelasannya berikut.

Hak Kekayaan Intelektual

Alasan Kenapa Kekayaan Inetelektual Musti Dilindungi oleh Negara Sebagai satu negara yang sudah sepantasnya jadi pelindung untuk warga negara, pastinya Indonesia juga sangatlah melindungi warga negara dengan menghargai tiap karya yang diciptakan oleh warga negaranya. Hal ini bisa mendorong lahirnya para penemu serta menjadikannya mempunyai payung hukum untuk mengakui karya yang dihasilkannya jika satu hari diakui oleh pihak lain. Dengan perlindungan ini diharapkan orang yang sudah membuat karyanya bisa selalu survive serta dapat merasa terlindungi hingga bisa membuat karya-karya yang lainnya. Seputar hal ini terciptalah sebuah alasan kenapa kekayaan intelektual harus dilindungi Negara. Alasannya dapat dikemukakan lewat pandangan Robert C Sherwood yang dikutip oleh Fauz Mayana pada buku Perlindungan Desain Industri di Indonesia di Era Perdagangan yang memuat sejumlah poin seperti dibawah:

Reward Theory

Karya yang dibuat oleh seseorang itu mempunyai arti yang amat mendalam untuk penciptanya hingga perlu dilindungi serta dihargai.

Recovery Theory

Penemu karya ataupun pencipta karya itu memerlukan waktu serta tenaga didalam membuat karyanya hingga dirinya musti menerima lagi atas apa yang sudah dikeluarkannya.

Incentive theory

Insentif musti diberikan untuk kemudian memotivasi para pemilik karya supaya tetap melakukan aktivitas penelitian yang kemudian bakal menciptakan karya baru.

Risk theory

Tiap karya yang sudah diperoleh itu memiliki resiko dimana resiko ini bisa berbentuk pencurian karya hingga harus untuk dilindungi.

Economic growth stimulus theory

Satu negara musti melindungi karya intelektual yang sudah dibuat oleh warga negaranya disebabkan karena ini pun dilakukan untuk menumbuhkan perekonomian negara tersebut di masa yang akan datang.

Itulah sedikit alasan kenapa kekayaan intelektual musti dilindungi negara dan yang pasti perlindungan ini perlu diberikan oleh sebuah badan yang dinamakan dengan Haki atau HKI (Hak Kekayaan Intelektual)

Alasan kenapa kekayaan intelektual musti dilindungi oleh negara telah terpampang dengan nyata. Berikutnya terdapat istilah yang lain lagi yang mengatakan hak kekayaan intelektual. Sebetulnya apakah itu hak kekayaan intelektual? Ini yang barangkali beberapa orang tidak mengetahui dengan jelas definisnya.Hak kekayaan intelektual atau yang kerap disingkat dengn HKI adalah sebuah istilah perlindungan yang pertama2 kali dicetuskan di tahun 1790 lalu kemudian dirintis oleh tokoh Fichte. Fitche mengklaim mengenai hak milik atas buku yang diciptakannya pada tahun 1793 https://www.patendo.com/.

Sebetulnya hak kekayaan intelektual ini ada 3 kunci dasar yaitu hak, kekayaan serta intelektual.Berarti orang yang mendapatkan satu karya itu musti dilindungi sebab kekayaan yang dimiliki oleh orang itu rawan untuk dipunyai, dialihkan, dibeli maupun dijual dan inilah yang menyebabkan kenapa kekayaan inetelektual musti dilindungi negara itu penting.Lebih ringkasnya hak kekayaan intelektual didalam pengertian sederhana ialah sebuah perlindungan untuk mereka yang sudah membuat satu karya baik buku, alat, lagu, produk tertentu ataupun masih banyak lagi yang lainnya http://www.pendaftaranmerekdagang.com/

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.